8 Penyakit Akibat Kurang Serat

Pastikan agar anda konsumsi serat sehingga sistem kekebalan tubuh dalam kondisi baik. Orang yang jarang konsumsi makanan serat cenderung memiliki sistem imunitas cenderung lemah. Lemahnya imunitas membuat kita rentan terkena penyakit. Ketahui beberapa penyakit akibat kurang serat di bawah ini agar anda menjadi peduli untuk memenuhi kebutuhan serat bagi tubuh.

Sekitar 70% sel yang membentuk sistem imunitas tubuh ada di saluran pencernaan. Agar sistem imunitas tubuh dan sistem pencernaan bisa bekerja optimal, pastikan bahwa kebutuhan serat harian anda dapat terpenuhi.

Meskipun kedengarannya remeh, serat punya peran vital bagi kesehatan. Tidak hanya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh saja, akibat kurang asupan serat juga bisa menyebabkan beberapa jenis 8 keluhan dan penyakit seperti :

1. Sembelit

Gejala sembelit antara lain feses keras, kering, dan sulit BAB. Jika Anda mengalami gejala tersebut dan frekuensi BAB kurang dari 3x seminggu, maka kemungkinan besar menderita sembelit. Agar cepat sembuh dari sembelit maka konsumsi makanan kaya serat, olahraga pagi, dan minum air putih yang cukup.

2. Peningkatan kadar kolesterol

Salah satu manfaat serat yaitu dapat mengurangi penyerapan kolesterol berlebih di usus, sehingga tubuh dapat membuangnya. Oleh sebab itu, kekurangan serat dapat menambah risiko kadar kolesterol meningkat.

3. Kenaikan berat badan

Pernahkah anda merasa sering lapar padahal sudah makan banyak. Jika itu yang terjadi mungkin karena kurang serat. Bagaimanapun juga serat membuat perut merasa kenyang dalam jangka waktu lama sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil dan makan berlebihan.

4. Mudah lelah

Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi tanpa diimbangi dengan serat yang cukup bisa membuat Anda merasa cepat lelah dan mual.

5. Penyakit jantung

Banyak hasil studi yang menyatakan konsumsi serat yang cukup akan mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner.

6. Gula darah tidak stabil

Kurang serat dapat menyebabkan penderita diabetes sulit mengendalikan kadar gula darah. Tetapi jika anda menderita diabetes dan ingin mengganti jenis dan pola makan sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

7. Komplikasi jangka panjang pada diabetes

Bagi penderita diabetes, konsumsi makanan yang kaya serat bermanfaat dalam mengendalikan kadar gula darah serta mencegah komplikasi diabetes dalam jangka panjang. Sedangkan bagi orang yang tidak menderita diabetes, konsumsi serat merupakan tindakan pencegahan agar tidak terkena komplikasi diabetes.

8. Kanker Usus Besar

Kurang serat akan menyebabkan pencernaan tidak lancar. Dalam jangka panjang akan memicu penyakit kanker usus besar. Di Indonesia kanker usus besar menjadi penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan stroke.

Kebutuhan serat antar wanita dan pria berbeda. Pada pria, minimal kebutuhan serat antara 30-38 gram sehari. Sedangkan wanita kebutuhan seratnya sekitar 25 gram. Untuk memenuhi kebutuhan serat tersebut maka perhatikan jenis makanan yang kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, wortel, labu, kentang, jagung, dan kacang panjang. Selain itu, konsumsi juga buah-buahan yang mengandung serat tinggi seperti stroberi, jeruk, mangga, pisang, dan apel.

Bagi anda yang hobi ngemil maka coba ganti cemilan kue dengan buah atau sayur segar. Sedangkan bagi anda yang tidak ingin repot dapat konsumsi suplemen serat yang tentunya lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Manfaat serat sangat penting bagi tubuh manusia dan jika kebutuhan serat tidak tercukupi maka akan ada kemungkinan salah satu atau beberapa penyakit akibat kurang serat bisa menggerogoti tubuh kita.



Bacaan populer lainnya: