Mengapa Bentol Bekas Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Ketika nyamuk selesai menghisap darah kita, maka kulit kita menjadi bentol kemerahan kecil dan terasa gatal. Mengapa bentol bekas gigitan nyamuk terasa gatal di kulit sehingga ingin kita garuk kulitnya? Baca penjelasannya di bawah ini.

Sebenarnya nyamuk tidak menggigit kulit kita, tetapi nyamuk betina memakai mulutnya yang berbentuk jarum untuk menusuk kulit lalu menghisap darah kita.


Mengapa Bentol Bekas Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit
ilustrasi kulit gatal karena gigitan nyamuk (credit to Bobo)

Tidak sampai 5 persen kulit adalah pembuluh darah. Ketika nyamuk hinggap di kulit tubuh untuk mencari makan, ia perlu “memancing”. Dari jauh moncong nyamuk terlihat seperti jarum tipis yang kecil, tetapi sebetulnya moncong nyamuk atau proboscis adalah satu set alat gergaji dan penghisap yang terbungkus dalam tabung atau labium. Ketika nyamuk akan menghisap darah di kulit kita maka labium ini akan membuka dan menampilkan 6 bagian mulut atau filamen yang menusuk lalu masuk ke kulit dalam tubuh kita. Ketika sedang menusuk maka filamen ini akan mekar dan bergerak-gerak untuk mencari pembuluh darah yang ada didekatnya. Tidak mudah mencari pembuluh darah, itulah kenapa seringnya proses ini membutuhkan waktu beberapa menit untuk sukses menghisap darah.

Nyamuk akan menggerakkan 4 filamen yang bekerja bagaikan gergaji dan dongkrak untuk melancarkan proses menghisap darah oleh dua tabung paralel atau hypopharix lalu melepas air liur ke dalam kulit dan labrum yang akan menyedot darah.

Air liur nyamuk mengandung anti-koagulan supaya darah tidak menggumpal sehingga darah mudah untuk dihisap oleh nyamuk.

Mengapa bentol bekas gigitan nyamuk terasa gatal di kulit?

Bentol dan gatal akibat bekas gigitan nyamuk terjadi karena bukan gigitan nyamuk atau air liurnya, tetapi respon sistem imunitas tubuh kita melawan air liur nyamuk yang mengandung enzim dan protein yang melewati sistem pembekuan darah alami tubuh kita. Antikoagulan inilah yang langsung mengakibatkan munculnya alergi ringan pada tubuh kita.

Sistem imunitas merespon zat alergen tersebut dengan melepas histamin. Histamin membuat pembuluh darah yang ada di sekitar area bekas gigitan nyamuk meradang sehingga muncul bentol-bentol merah di kulit. Selain itu, Histamin juga membuat iritasi ujung-ujung saraf dalam kulit dan mengakibatkan munculnya rasa gatal.

Mengapa menggaruk gatal rasanya menyenangkan?

Menggaruk adalah keinginan untuk merespon rasa nyeri atau gatal di kulit. Ketika kita menggaruk hasilnya untuk sementara sensasi gatal akan berhenti dan mengalihkan perhatian otak akibat rasa gatal.

Ketika kita menghadapi sebuah bahaya maka tubuh akan merespon dengan gerakan refleks tertentu. Contohnya saat telapak tangan di atas api lilin, pasti tidak akan lama Anda akan memindahkan tangan karena rasa panas atau sakit. Tetapi aktivitas menggaruk justru membuat gerakan refleks mendekat pada kulit yang bermasalah. Memang masih masuk akal sebab menggaruk secara singkat cukup efektif untuk mengusir nyamuk atau serangga di kulit anda. Aktivitas menggaruk akan melepaskan dopamin ke seluruh otak. Nah dopamin adalah neurotransmitter di otak yang mengatur gerakan dan perasaan bahagia.

Itulah kenapa bentol akibat gigitan nyamuk atau serangga terasa gatal. Cukup sekian penjelasan mengapa bentol bekas gigitan nyamuk terasa gatal di kulit.



Bacaan populer lainnya: