Perbedaan Nyeri Punggung dan Saraf Kejepit

Sering kita dengar orang mengeluh bahwa dia terkena penyakit saraf kejepit. Saraf kejepit atau syaraf terjeput adalah istilah gangguan kesehatan yang sering kita dengar dan jumpai. Saraf kejepit bisa terjadi pada anda maupun orang lain. Tetapi masyarakat awam biasanya sering tidak dapat membedakan antara saraf kejepit dan nyeri punggung biasa. Untuk itu, baca penjelasan medis mengenai perbedaan nyeri punggung dan saraf kejepit di bawah ini.

Penyebab saraf kejepit adalah karena tekanan yang meningkat di bagian saraf, terutama di pinggang atau leher. Tekanan itu mengakibatkan penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang sehingga saraf mengalami tekanan.

Perbedaan Nyeri Punggung dan Saraf Kejepit

Credit to ADAM

Dalam ilmu kedokteran spesialis orthopedi, penyakit saraf kejepit adalah hernia nucleus pulposus (HNP). Ciri-ciri jika kita terkena saraf kejepit atau HNP adalah rasa nyeri yang menyebar ke area tubuh lain.

Jadi rasa nyeri bukan hanya di pinggang atau leher saja, tetapi menyebar hingga ke kaki. kadang-kadang timbul rasa kesemutan atau kesetrum atau pegal bahkan lama-kelamaan bisa berakibat pada kelumpuhan. Ada penderita saraf kejepit yang ibu jari kakinya tidak dapat diangkat atau kakinya mati rasa atau baal.

Berbeda dengan nyeri punggung yang sembuh setelah dipijat, rasa nyeri akibat saraf kejepit tidak akan membaik meskipun dipijat oleh tenaga ahli.

Untuk memastikan apakah anda terkena saraf kejepit sebaiknya anda jangan ragu untuk mengunjungi dokter. Nanti dokter akan melakukan diagnosis melalui cek fisik dan anamnenis. Dari pemeriksaan ini sekitar 80 persen sudah dapat diketahui apakah pasien terkena saraf kejepit atau tidak. Meskipun demikian pemeriksaan lain berupa MRI dapat dilakukan untuk lebih memastikan apakah pasien menderita saraf kejepit atau bukan.

Risiko terkena saraf kejepit akan lebih tinggi jika kita jarang beraktivitas, terlalu banyak duduk, obesitas, dan jarang olah raga.

Saraf kejepit dapat dicegah dengan olahraga yang memperkuat otot pinggang dan perut. Selain itu hindari penyebab obesitas dan lakukan gerakan peregangan setelah duduk 1 jam agar tekanan pada pinggang berkurang.

Pengobatan saraf kejepit tidak harus berakhir dengan operasi HNP selama level HNP nya belum level parah. Pengobatan seperti konsumsi obat antinyeri dan antiradang, serta fisioterapi menjadi metode utama dalam penyembuhan penyakit ini.

Demikian penjelasan medis tentang perbedaan nyeri punggung dan saraf kejepit. Semoga informasi kesehatan ini bermanfaat bagi pembaca.