Penyempitan Pembuluh Darah Arteri Jantung Kiri Dapat Sembuh Tanpa Operasi

Kabar baik bagi penderita penyakit jantung, sekarang penyempitan pembuluh darah pada arteri jantung sebelah kiri dapat sembuh tanpa operasi. Bagaimana penyempitan pembuluh darah arteri jantung kiri dapat sembuh tanpa operasi bypass jantung?

Indonesia menjadi satu dari beberapa negara di Asia yang dapat mengatasi penyempitan pembuluh darah pada arteri jantung kiri (Left Main/LM) tanpa operasi. Tentu saja, biaya tanpa operasi akan menjadi lebih murah dan pasien pun tidak peru rawat inap di rumah sakit.

Selama ini jika terjadi penyempitan pembuluh darah arteri jantung kiri (LM), dokter spesialis penyakit jantung akan menyarankan pasien untuk menjalani prosedur operasi bypass/pintas jantung. Tetapi masalahnya tidak semua pasien mau melakukan operasi dengan berbagai alasan, terutama masalah biaya yang mahal.

Penyempitan Pembuluh Darah Arteri Jantung Kiri Dapat Sembuh Tanpa Operasi

Gambar Arteri Jantung Kiri dan Kanan

Penyempitan arteri jantung sebelah kiri adalah penyempitan pembuluh darah arteri jantung yang penting dan terletak pada pangkal pembuluh utama sebelah kiri jantung manusia.

Penyempitan pembuluh ini paling sering diakibatkan oleh aterosklerosis, yaitu timbunan plak dalam bentuk endapan lemak, trombosit, makrofag, dan leukosit yang dapat mengakibatkan penyumbatan darah.

Biasanya dokter akan menjelaskan pada pasien bahwa penyempitan pembuluh darah arteri jantung kiri merupakan kasus penyakit jantung koroner yang paling bahaya. Jika terjadi penyempitan maka hampir dua per tiga bagian jantung tidak mendapatkan supply oksigen dan nutrisi yang cukup, akibatnya supply darah ke jantung akan menjadi berkurang. Kondisi ini pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan pada otot jantung yang bahkan dapat berakhir pada kematian penderita penyakit jantung.

Menurut Dr dr Muhammad Munawar, SpJP (K), FIHA, FESC, FACC, FSCAI, FAPSIC, FASCC, FCAPSC dari RS Jantung Binawaluya menyatakan bahwa penanganan kasus penyempitan arteri jantung kiri tanpa bedah dapat dilakukan dengan teknik Intervensi Koroner Perkutan atau Percutaneous Corronary Intervention (PCI). Teknik PCI dibuat khusus untuk membuka area pada pembuluh darah yang mengalami penyempitan, baik dengan intervensi obat anti trombosis atau dengan memakai Stent Salut Obat (Drug Eluting Stent/DES) dan Balon Salut Obat (Drug Eluting Baloon/DEB).

Melalui metode PCI ini, pengobatan kasus penyempitan pembuluh darah pada arteri jantung kiri relatif lebih singkat, aman, hemat, dan hasilnya memuaskan. Pasien yang menjalani teknik PCI juga dapat pulang keesokan harinya tanpa perlu rawat inap di rumah sakit.

Dengan teknologi Stent Bersalut Obat (DES) maka kemungkinan terjadinya penyempitan kembali cuma 5 persen. Pada DES, pasien wajib minum obat anti trombosis yang dapat mengencerkan darah (dual anti-platelet seperti aspirin dan clopidogrel) selama 1 tahun terus menerus tanpa putus.

Tetapi jika pasien tidak bisa dengan cara DES, maka solusi alternatif yaitu Balon Bersalut Obat (DEB). Pada teknik DEB, pasien hanya wajib minum obat anti-platelet selama 1 bulan.

Perbedaan Teknik DES dan DEB

Teknik DES dilakukan dengan pemasangan stent/ring dengan bersalut obat yang fungsinya untuk mencegah terjadinya penyempitan pada pembuluh darah yang mengalami penyempitan, sedangkan teknik DEB dilakukan dengan pengembangan balon yang bersalut pada pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Setelah balon tersebut dikembangkan dalam pembuluh darah dan obat diberikan, lalu balon dikempeskan dan dikeluarkan dari pembuluh darah.

Teknologi kesehatan semakin hari semakin berkembang demi meningkatkan kualitas hidup manusia dan memenuhi kebutuhan untuk mengobati berbagai penyakit yang diderita umat manusia. Demikian juga dengan teknologi penyempitan pembuluh darah arteri jantung kiri dapat sembuh tanpa operasi, tentunya menjadi kabar gembira bagi dokter dan penderita penyakit jantung.