Pengobatan Sakit Kepala Yang Efektif Tergantung Gejala dan Penyebabnya

Pengobatan sakit kepala yang efektif tergantung dari gejala serta faktor penyebabnya, sebab tidak semua jenis sakit kepala dapat diobati dengan obat sakit kepala biasa.

Jika anda sering mengalami sakit kepala, maka berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan sakit kepala yang efektif sesuai kondisi kesehatan anda.

Saat bertemu dokter, biasanya dokter akan menanyakan pada anda tentang riwayat kesehatan lalu dilanjutkan dengan tes fisik. Jika penyebab sakit kepala masih tidak terdeteksi, tes lanjutan dapat dilakukan, seperti tes urine, tes X-ray sinus, tes darah, tes mata, CT Scan, dan MRI scan. Selain itu jika sakit kepala disertai gejala kejang maka kemungkinan anda akan diminta untuk menjalani electroencephalogram (EEG). Adapun untuk kondisi yang lebih parah, dokter akan menganjurkan tes spinal tap dengan pengambilan sampel cairan dari kanal tulang belakang untuk diperiksa terkait kemungkinan ada atau tidaknya infeksi.

Pengobatan Sakit Kepala

Ilustrasi seorang wanita sedang mengalami sakit kepala (Gambar Shutterstock)

Pengobatan Sakit Kepala Tegang

Obat-obatan yang tersedia di apotek seperti ibuprofen, paracetamol, dan aspirin dapat mengobati sakit kepala tegang sesaat. Selain itu beberapa pengobatan alternatif juga dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan stres, seperti:

  • Terapi kognitif yaitu terapi dimana pasien diajari cara mengelola stres yang dapat menyebabkan sakit kepala tegang.
  • Terapi air hangat kuku.
  • Pijat (massage).
  • Meditasi.
  • Relaksasi.

Pengobatan Migrain

Pada intinya, pengobatan migrain terdiri atas pengobatan untuk meredakan gejala (abortif) dan pengobatan untuk mencegah terjadinya migrain (pencegahan).

  • Pengobatan abortif. Untuk meredakan gejala migrain, Anda bisa mengonsumsi beberapa jenis obat yang tidak perlu resep dokter seperti parasetamol, aspirin, ibuprofen, obat golongan triptans, ergotamine, obat anti mual, serta obat golongan glukokortikoid.
  • Pencegahan Migrain. Tidak semua penderita migrain perlu minum obat untuk mencegah penyakit migrain. Anda mungkin akan disarankan untuk minum obat pencegahan jika Anda mengalami migrain sebanyak minimal 4x dalam waktu 1 bulan dimana migrain terjadi selama 12 jam atau bahkan lebih, jika obat antinyeri tidak mampu meredakan gejala, atau jika migrain menyebabkan lumpuh atau mati rasa. Pengobatan untuk mencegah serangan ini antara lain obat penghambat beta (beta-blocker), obat antidepresan, obat antikejang, serta obat anti-inflamasi non-steroid (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs/NSAID) seperti naproxen.

Sakit kepala akibat migrain perlu penanganan yang khusus yang berbeda dengan sakit kepala biasa. Untuk detail pembahasan dapat anda baca pada pembahasan pengobatan migrain. Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh obat migrain yang cocok dengan kondisi kesehatan anda.

Pengobatan Sakit Kepala Cluster

Obat pereda nyeri (analgesik) yang terdapat di toko obat dan apotek tidak akan efektif untuk mengobati sakit kepala cluster. Ciri sakit kepala cluster yaitu muncul tiba-tiba dan dapat reda dengan cepat. Beberapa cara yang dapat membantu mengatasi sakit kepala cluster, yakni:

  • Memakai triptan nasal spray berdasarkan resep dokter, seperti sumatriptan atau zolmitriptan. Obat ini digunakan dengan cara disemprotkan ke dalam hidung.
  • Meminum obat pencegahan.
  • Menghirup oksigen 100 persen dengan memakai masker.
  • Memakai obat suntikan seperti sumatriptan untuk menyembuhkan sakit kepala cluster dengan cepat.

Demikian beberapa pengobatan sakit kepala yang efektif. Sebagaimana telah dijelaskan diatas, pengobatan sakit kepala tergantung gejala yang dialami dan penyebabnya. Bagi anda yang belum dapat membedakan jenis sakit kepala mana yang anda derita, dapat berkonsultasi dengan dokter. (Uraian Sehat)