Obat Flu Tulang Hanya Meredakan Gejalanya Saja

Dalam dunia medis tidak ada istilah flu tulang. Flu tulang hanya suatu istilah yang digunakan oleh masyarakat yang menggambarkan kondisi ketika tubuh seseorang mengalami demam dan nyeri sendi. Salah satu penyebab utama flu tulang adalah chikungunya. Karena penyakit ini maka banyak orang mencari obat flu tulang. Tetapi sayangnya obat flu tulang hanya meredakan gejalanya saja.

Chikungunya adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Infeksi tersebut menyebabkan demam, sakit kepala, ruam, lemas, nyeri otot dan sendi sehingga masyarakat menamanakannya dengan istilah flu tulang. Gejala flu tulang baru dapat dirasakan oleh penderitanya setelah 2–7 hari digigit oleh nyamuk pembawa virus tersebut. (Baca juga: Badan sakit semua disertai panas)

Obat Flu Tulang Hanya Meredakan Gejalanya Saja

Nyamuk Aedes aegypti (Gambar Shutterstock)

Gejalanya yang mirip dengan penyakit DBD dan infeksi virus zika sehingga ada kemungkinan dokter salah mendiagnosis gejala flu tulang akibat chikungunya.

Obat flu tulang pada chikungunya dan infeksi virus lain sebetulnya tidak ada. Juga belum ada vaksin yang bisa mengurangi risiko terkena flu tulang pada infeksi penyakit tersebut. Obat flu tulang yang biasanya diberikan oleh dokter selama ini hanya untuk meredakan gejalanya saja yaitu berupa analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas), seperti:

Selain obat tersebut, istirahat yang cukup dan mencukupi kebutuhan air agar tidak mengalami dehidrasi penting demi kesembuhan anda. Tetapi sebelum DBD disembuhkan sebagai penyebab keluhan flu tulang, hindarilah konsumsi aspirin maupun obat anti inflamasi non-steroid (OAINS), untuk mencegah kemungkinan risiko perdarahan.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang konsumsi obat-obatan lain sebelum konsumsi obat flu tulang. Pada beberapa kasus, fisioterapi jangka panjang juga bisa membantu menyembuhkan gejala flu tulang.

Selain itu, karena chikungunya bukan ditularkan dari orang ke orang secara langsung, maka mengatasi flu tulang dapat memakai losion antinyamuk yang mengandung picaridin atau DEET. Manfaat losion ini adalah agar nyamuk tidak menggigiti kulit kita. Selain itu, gunakan celana panjang dan pakaian lengan panjang ketika berada di luar ruangan yang terkena wabah chikungunya. Anda juga bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan bak atau penampungan air, genangan air dan menyingkirkan tumpukan barang bekas.

Risiko Flu tulang akibat chikungunya menyebabkan munculnya keluhan yang lebih parah pada lansia berusia 65 tahun ke atas, penderita diabetes, penyakit jantung, dan tensi tinggi.

Pada umumnya gejala flu tulang akan sembuh dalam waktu 7–10 hari. tetapi pada beberapa kasus, gejala tersebut bisa dialami oleh penderitanya selamadalam berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Komplikasi serius akibat penyakit dengan gejala flu tulang, seperti chikungunya, antara lain adalah myocarditis (inflammatory cardiomyopathy), hepatitis, penyakit mata, penyakit saraf seperti kelumpuhan saraf kranial, meningoensefalitis (Meningoencephalitis), Sindrom Guillain-Barre, dan myelitis. Meskipun komplikasi flu tulang umumnya relatif tidak mengancam jiwa, tetapi kaum lansia merupakan kelompok usia yang rentan terancam jiwanya akibat komplikasi flu tulang.

Demikian penjelasan tentang obat flu tulang hanya meredakan gejalanya saja. Semoga bermanfaat bagi pembaca uraian sehat.