Mencegah Dehidrasi Saat DBD Itu Penting, Inilah Alasannya

Musim hujan mengharuskan kita waspada terhadap kesehatan karena saat itulah kita mudah terserang flu hingga penyakit demam berdarah dengue (DBD). Terkait DBD, jika tidak segera mendapatkan perawatan maka penyakit ini bisa mengakibatkan terjadi dehidrasi dan dampak kesehatan lainnya. Mencegah dehidrasi saat DBD merupakan salah satu prioritas yang perlu diperhatikan mengingat arti penting kebutuhan cairan dalam tubuh.

Demam berdarah adalah penyakit karena nyamuk betina, umumnya Aedes Aegypti yang sudah terinfeksi virus dengue yang menggigit manusia. Pada musim hujan inilah populasi nyamuk Aedes Aegypti meningkat sebab pada musim hujan adalah habitat terbaik bagi nyamuk ini untuk melakukan reproduksi. Berdasarkan penelitian juga menghasilkan temua bahwa penyebaran dengue dari nyaman ke manusia pada umumnya berlangsung saat musim hujan.

Penderita DBD biasanya mengalami beberapa gejala, minimum 2 gejala yang terjadi 4-10 hari setelah digigit nyamuk, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri di area belakang bola mata.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Ruam kemerahan pada kulit.

Selain itu gejala DBD lain yaitu kebocoran cairan darah, hematuria, dan perdarahan gastrointestinal. Gejala ini dapat terjadi setelah terjadi demam atau dalam waktu 24 jam sebelumnya. Gejala ini juga dapat disertai dengan menurunnya level kesadaran, kejang dan demam pada anak. (Baca: Gejala DBD pada anak)

Mencegah Dehidrasi Saat DBD

Setiap orang berbeda-beda dalam hal tingkat keparahan gejala DBD. Namun, jika tidak segera memperoleh perawatan medis maka gejalanya dapat berubah menjadi lebih serius seperti sindrom syok dengue, kegagalan kerja organ tubuh, bahkan hingga kematian.

Mencegah Dehidrasi

Salah satu gejala utama DBD yang perlu anda waspadai yaitu dehidrasi yang terjadi akibat muntah, panas demam yang tinggi, nafsu makan hilang, dan kebocoran cairan darah. Pada kasus tertentu yang paling parah, berkurangnya volume cairan darah pada penderita penyakit DBD sampai lebih dari 20 persen.

Cara cepat serta efektif untuk mengembalikan cairan darah yang hilang karena kebocoran sekaligus mencegah dehidrasi yaitu dengan memberikan cairan yang mengandung ion seperti yang biasa diminum oleh pasien diare. Cairan ini lebih direkomendasikan daripada air mineral, sebab air biasa tidak bisa segera mengembalikan ion tubuh yang hilang. Selain itu, manfaat cairan ion juga akan mencegah terjadinya penggumpalan darah dalam pembuluh darah.

Dari segi takaran, jumlah cairan ion yang diminum penderita DBD kurang lebihnya sama dengan kebutuhan cairan tubuh harian plus jumlah cairan tubuh yang hilang. Untuk memastikan, berkonsultasilah dengan dokter tentang takaran dosis cairan ion ini.

Bagi penderita DBD yang tidak dapat minum cairan ion dan memperlihatkan gejala dehidrasi parah maka dapat diberikan cairan infus hingga transfusi darah. Gejala dehidrasi parah yaitu:

  • Tensi rendah.
  • kulit dingin atau berbintik-bintik,
  • Denyut jantung tidak normal (takikardia)
  • Sel darah merah meningkat
  • Volume urine berkurang.

Dengan perawatan medis yang tepat untuk penderita DBD serta mencegah dehidrasi saat terkena demam berdarah maka pasien DBD dapat segera sembuh dan beraktivitas normal kembali seperti sedia kala.