Gangguan Distrofi Retina Mata dan Pengobatannya

Gangguan distrofi retina mata dan pengobatannya. Siapa yang menyangka bahwa gangguan retina mata merupakan salah satu faktor penyebab kebutaan. Retina mata adalah lapisan jaringan di belakang mata yang berfungsi dalam menerima cahaya lalu mengirimkan gambar objek ke otak kita.

Pada jaringan yang ada di bagian tengah retina, terdapat jaringan saraf makula yang membuat kita dapat melihat lebih jelas objek yang kita lihat seperti tulisan di buku, papan tulis, kendaraan lain saat kita menyetir mobil atau motor, dan lain-lain.

Gangguan Distrofi Retina Mata dan Pengobatannya

Ilustrasi Pemeriksaan Kesehatan Retina Mata (Credit to Eka Hospital)

Penyakit yang mengenai retina bisa merusak bagian retina yang berbeda. Contohnya, penyakit yang mengenai tepian retina berdampak negatif pada kemampuan penglihatan dalam melihat objek yang ada atau lapang pandang samping (peripheral vision). Selain itu ada juga penyakit retina mata yang berdampak negatif pada penglihatan tengah (makula dan fovea).

Salah satu contoh gangguan pada retina mata yaitu distrofi retina herediter (hereditary retinal dystrophies). Penyakit ini adalah kumpulan dari gangguan retina yang lebih luas dan biasanya diperoleh melalui faktor genetik. Artinya jika orang tua mengidap retina herediter maka kemungkinan anak menderita penyakit ini juga. Penyakit ini tidak mengenal usia, baik dewasa maupun anak-anak dapat terkena distrofi retina herediter. Meskipun tidak mengenal usia, namun level seberapa parah penyakit ini berbeda-beda bagi setiap penderitanya.

Kasus umum distrofi retina yaitu retinitis pigmentosa, yaitu suatu kondisi dimana terdapat gangguan pada sel-sel batang di mata yang berdampak pada peripheral vision. Sedangkan kasus distrofi retina lainnya yaitu distrofi makular. Penderita distrofi makular memiliki kekurangan dalam tingkat sensitivitas dan ketajaman penglihatan saat melihat objek warna dan kejernihan memandang suatu objek.

Bagi anda yang berniat memeriksa kesehatan retina mata, berikut tes yang dapat anda lakukan di rumah sakit mata:

  • Pemeriksaan klinis dan tes subjektif untuk memastikan jenis gangguan atau penyakit retina mata yang anda derita.
  • Funduskopi, yaitu pemeriksaan dengan oftalmoskop untuk melihat struktur pada bagian dalam organ mata anda.
  • Tes warna dengan tes ishihara. Pemeriksaan tes uji warna ini memastikan apakah anda mengalami buta warna merah atau hijau atau kuning atau tidak. Tes Ishihara juga dapat memastikan seberapa parah level buta warna pada penderitanya.
  • Tes adaptometri kegelapan, yaitu tes untuk memeriksa apakah anda menderita rabun ayam atau tidak. Penderita rabun ayam atau rabun senja akan menurun kemampuan indera penglihatan saat malam atau saat berada di ruangan yang minim cahaya.

Sementara itu, tes uji genetik juga bisa anda lakukan untuk mengetahui level gangguan retina mata akibat faktor keturunan. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran mata, metode check up retina mata ini membutuhkan waktu singkat dan biaya tidak terlalu mahal dibandingkan sebelumnya.

Mengingat pentingnya kesehatan retina mata, maka upaya pencegahan gangguan retina mata sudah seharusnya anda lakukan sedini mungkin. Namun jika anda terlanjur mengidap gangguan retina mata maka segeralah memeriksakan diri dan menjalani pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter spesialis mata. Dengan rutin melakukan pengobatan medis, diharapkan penyakit retina mata segera sembuh atau minimal memperlambat level keparahan untuk gangguan atau penyakit retina yang anda derita.

Baca: Cara mengobati sakit mata secara alami

Semoga penjelasan diatas dapat meningkatkan pemahaman anda tentang gangguan distrofi retina mata dan pengobatannya.




Artikel ini memuat topik:
penyakit distrofi mata ;