Dampak Radiasi Nuklir Bagi Kesehatan

Efek radiasi nuklir sangat menyakitkan dan mematikan. Bencana nuklir di kota Chernobyl di Ukraina tahun 1986, Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945 dapat menjadi gambaran kepada kita tentang kedahsyatan dampak radiasi nuklir bagi kesehatan dan penyebab tewasnya jiwa yang tak berdosa.

Radiasi adalah energi yang dipancarkan dalam bentuk gelombang atau partikel. Ada dua jenis radiasi, yaitu radiasi pengion (radiasi dosis tinggi) dan radiasi non-pengion (radiasi dosis rendah).

Radiasi non-pengion tergolong tidak berbahaya dan dapat dimanfaatkan oleh kita seperti yang terdapat pada radiasi X-ray, CT Scan, radiasi Wifi, radiasi Handphone.

Radiasi pengion terdapat pada radiasi nuklir, ledakan bom atom dan radioaktif. Seseorang yang terkena radiasi nuklir dosis tinggi maka akan segera terkena Sindrom Radiasi Akut (ARS) atau keracunan radiasi yang dapat mengakibatkan kematian. Seberapa parah level dan gejala yang timbul tergantung oleh seberapa banyak radiasi nuklis terserap oleh tubuh. Banyaknya penyerapan radiasi tergantung kekuatan energi radiasi dan jarak dengan lokasi sumber radiasi.

Dosis radiasi dapat diukur dengan memakai satuan unit Grays (Gy).Rata-rata paparan radiasi dari pemeriksaan sinar X berkisar kurang dari 0.1 Gy. Pada umumnya tanda dan gejala penyakit radiasi muncul saat tubuh manusia telah menyerap lebih dari 1 Gy. Sedangkan jika lebih dari 10 GY dapat mengakibatkan kematian.

Dampak Radiasi Nuklir Bagi Kesehatan

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Perancis (Credit to en.rfi.fr)

Ciri orang terkena penyakit akibat radiasi nuklir yaitu mual dan muntah. Jika terkena dosis tinggi, maka tubuh akan mengalami beberapa gejala yang lebih hebat seperti sakit kepala, demam, diare, kelelahan, rambut rontok, muntah darah hingga infeksi pada banyak organ tubuh yang berujung pada kematian.

Dampak Radiasi Nuklir Bagi Kesehatan

Berikut beberapa dampak kesehatan akibat terpapar radiasi nuklir:

  • Menghancurkan sel-sel tubuh. Semakin tinggi energi radiasi nuklir maka semakin fatal sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan dan menyebabkan banyak gangguan kesehatan atau komplikasi penyakit. Organ tubuh yang paling rentan terkena dampak radiasi nuklir dosis tinggi yaitu sel-sel pada lapisan perut, usus, pembuluh darah, dan sel-sel yang memproduksi darah di sumsum tulang (medulla ossea). Kerusakan pada sumsum tulang dapat menyebabkan tubuh tidak akan mampu melawan infeksi atau penyakit.
  • Kanker. Berdasarkan publikasi National Center for Biotechnology Information (NCBI), orang yang terkena radiasi nuklir akan rentan terkena kanker tiroid, khususnya pada anak-anak. Selain itu dampak jangka panjang akibat terkena radiasi nuklir yaitu kanker darah, kanker paru-paru, hingga kanker payudara.
  • Gangguan tumbuh kembang anak. Dampak radiasi nuklir bagi umat manusia yaitu mempengaruhi perkembangan anak dari segi fisik dan psikis.
  • Kerusakan jaringan kulit seperti luka bakar, lecet, hingga kanker kulit. Selain itu efek negatif radiasi nuklir yaitu merusak sel-sel kulit kepala hingga menyebabkan kebotakan rambut hingga permanen.

Penanganan Medis

Penanganan medis dibutuhkan bagi penderita yang terkena efek radiasi nuklir. Fokus utama tujuan pengobatan yaitu mencegah kontaminasi radioaktif lebih lanjur dengan cara mengobati luka, trauma, dan rasa sakit. Penderita akan mendapatkan perawatan awal dengan terlebih dahulu melepaskan seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya agar mencegah kontaminasi tambahan. Setelah itu membersihkan kulit dengan air dan sabun.

Jika penderita mengalami sumsum tulang belakang yang rusak, maka dokter akan memberikan protein untuk menstimulus granulosit (jenis sel darah putih) yang berguna untuk meningkatkan jumlah sel darah putih. Sel darah putih inilah yang akan melawan dampak dari radiasi nuklir pada sumsum tulang.

Selain itu, penderita akan diberikan transfusi darah untuk menggantikan sel-sel darah yang hilang atau bahkan hingga transplantasi sumsum tulang.

Untuk gejala atau gangguan kesehatan lainnya seperti pembesaran kelenjar tiroid atau kanker tiroid, dokter akan memberikan resep pil kalium iodida. Manfaat pil kalium iodida yaitu mencegah penyerapan molekul radioaktif yang berasal dari dampak radiasi nuklir bagi kesehatan.