3 Cara Menghilangkan Bulu di Wajah Yang Efektif

Sebagian orang merasa bulu di wajah mengurangi penampilan dan kepercayaan dirinya. Untungnya ada beberapa metode cara menghilangkan bulu di wajah agar mulus. Untuk itu ketahui prosedur dan efek samping dari metode menghilangkan bulu di wajah, sebelum anda pergi ke klinik kecantikan.

Sebenarnya bulu di wajah adalah kondisi yang dimiliki semua orang. Tetapi beberapa orang memiliki bulu wajah yang lebat atau tebal sehingga ingin mengatasi masalah bulu di wajah dengan mengunjungi klinik kecantikan. Tidak salah untuk datang ke kelinik kecantikan, tetapi pahami terlebih dahulu prosedur dan efek samping beberapa metode cara menghilangkan bulu di wajah.

Cara Menghilangkan Bulu di Wajah

Credit to Fotolia

1. Waxing

Waxing adalah metode menghilangkan bulu di wajah dengan cara mengangkat bulu hingga ke akarnya. Tujuan waxing adalah membuat kulit lembut dan tanpa bulu. Pada umumnya, waxing dilakukan setiap 2-6 minggu.

Tetapi waxing memiliki efek samping yaitu iritasi kulit, rasa sakit, dan potensi warna kulit menjadi lebih gelap. Selain itu seseorang perlu menunggu sampai bulu panjang, minimal 14-21 hari sampai dengan sesi waxing berikutnya.

Biaya waxing sebesar Rp.100.000-Rp.500.000 atau lebih per perawatan. Nah bagi anda yang tertarik menjalani prosedur waxing maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • 3 hari sebelum waxing perlu berhenti konsumsi obat-obatan seperti retinol, retinoid, isotretinoi, dan asam alpha-hydroxy.
  • Ibu hamil sebaiknya tidak waxing, sebab pada masa hamil seorang wanita akan lebih sensitif terhadap rasa sakit.
  • Tidak waxing saat kulit iritasi.
  • Hindari minuman kafein dan alkoho.

Anda bisa minum obat pereda rasa sakit sekitar 30 menit sebelum waxing untuk mengurangi rasa sakit selama waxing. Setelah selesai waxing, Anda dapat mengoleskan krim kortison atau lidah buaya untuk memulihkan kulit yang memerah. Jangan lupa mengoleskan krim sunblock saat di luar rumah.

Waktu terbaik untuk waxing adalah 14 hari pasca haid sebab tubuh wanita sedang tidak begitu sensitif terhadap rasa sakit.

2. Depilatori

Depilatori bisa dalam bentuk krim, losion, krim, dan gel. Depilatori mengandung sejumlah bahan kimia yang bisa merontokkan bulu-bulu di wajah. Kelebihan Depilatori yaitu biaya lebih murah, proses cepat, dan tidak sakit. Tetapi, efek sampingnya dapat membuat iritasi, menimbulkan bau tidak sedap, luka melepuh, tersengat, dan ruam.

Harga krim depilatori berkisar Rp.50.000 s.d Rp.100.000 atau lebih. Jika anda memilih metode depilatori maka mintalah depilatori yang mengandung pelembap, lidah buaya, atau vitamin E. Setelah memakai depilatori, oleskan sun block SPF 30 sebelum pergi ke luar klinik.

Periksakan diri anda ke dokter sebelum memakai depilatori agar terhindar dari risiko dermatitis kontak. Sebab kandungan retinol yang terdapat dalam Depilatori bisa menyebabkan kulit sangat sensitif.

3. Laser

Laser mentargetkan pigmen pada folikel rambut, sehingga bulu di wajah akan rontok setelah 10-14 hari.

Pada umumnya laser perlu dilakukan dalam beberapa tahap, sebab dalam 1x target laser hanya akan mengarah rambut atau bulu yang aktif. Selain itu, folikel akan tumbuh kembali jika pekerjaannya tidak tuntas. Itulah sebabnya kenapa prosedur laser harus dilakukan 2x setahun. Sayangnya, biaya laser lebih mahal dan kurang efektif bagi orang yang memiliki warna kulit gelap.

Selain 3 cara diatas, upaya merontokkan bulu dapat dilakukan dengan mencukurnya, tetapi tidak kami rekomendasikan sebab jika tidak sampai ke akarnya maka akan membuat bulu tumbuh kembali dan membuat kulit kasar.

Mengingat resiko dan efek sampingnya, maka pilih klinik kecantikan yang mempunyai sertifikat dan berpengalaman. Jika setelah laser atau waxing hasilnya kulit bengkak, memar, terbakar, dan melepuh, segera periksakan diri anda ke dokter kulit.

Demikian pembahasan tentang cara menghilangkan bulu di wajah yang efektif serta resiko dan efek sampingnya. Lanjutkan membaca info seputar kecantikan di Uraian Sehat.