Akibat Pembuluh Darah Pecah di Otak

Fungsi pembuluh darah adalah menjamin supply oksigen dan nutrisi ke semua organ tubuh. Belum seorang orang tahu fakta menarik bahwa pembuluh darah manusia memiliki panjang lebih dari 96.000 kilometer atau 7,5 diameter bumi. Lalu bagaimana jika terdapat masalah dan apa akibat pembuluh darah pecah di otak?

Pecahnya pembuluh darah dapat terjadi beberapa organ tubuh, seperti di otak. Akibat pembuluh darah pecah di otak sangat berbahaya, sebab dapat menyebabkan pendarahan otak atau brain hemorrhage. Dampak pendarahan otak sangat sangat fatal karena dapat menyebabkan kematian sel-sel otak. Diperkirakan sekitar 13 persen yang terkena stroke disebabkan pendarahan otak.

Akibat Pembuluh Darah Pecah di Otak

Gambar pembuluh darah di otak (credit to Getty)

Kelompok Yang Rentan Mengalami Pembuluh Darah Pecah di Otak

Anda akan berpotensi mengalami pembuluh darah pecah di otak yang menyebabkan pendarahan otak jika memiliki beberapa kondisi berikut:

  • Tensi tinggi selama bertahun-tahun yang mengakibatkan lemahnya dinding pembuluh darah. Jika tidak segera diobati, tekanan darah tinggi dapat menjadi penyebab utama pendarahan di otak.
  • Cedera kepala akibat benturan keras. Cedera di kepala merupakan salah satu penyebab umum pendarahan otak pada orang yang berusia kurang dari 50 tahun.
  • Aneurisma atau semakin lemahnya dinding pembuluh darah yang mengalami pembengkakan. Jika levelnya sudah parah, pembuluh darah akan pecah dan darah akan membanjiri otak sehingga mengakibatkan stroke.
  • Angiopati amiloid adalah kelainan pada dinding pembuluh darah yang pada umumnya disebabkan faktor usia dan tensi tinggi.
  • Tumor otak
  • Kelainan pembuluh darah atau malaformasi arteriovenosa (AVM), yaitu melemahnya pembuluh darah di sekitar maupun di dalam otak yang terjadi pada seseorang sejak lahir.
  • Penyakit liver yang umumnya terkait dengan peningkatan terjadinya pendarahan internal.
  • Kelainan darah, seperti hemofilia dan anemia sel sabit yang menyebabkan kadar trombosit darah turun.

Gejala Pembuluh Darah di Otak pecah

Beberapa gejala yang akan dialami oleh seseorang saat pembuluh darah pecah di otak, yaitu:

  • Sakit kepala datang tiba-tiba.
  • Kesemutan atau kelumpuhan di wajah, tangan, kaki secara mendadak.
  • Kesulitan dalam melihat baik pada salah satu atau kedua mata.
  • Sulit menelan makanan.
  • Sulit menjaga keseimbangan koordinasi gerak anggota tubuh.
  • Merasa selalu mual.
  • Muntah-muntah.
  • Pingsan, lemas, dan mengantuk.
  • Kesulitan bicara.
  • Kesulitan untuk membaca dan menulis.
  • Suka mengigau.

Pengobatan Medis Bagi Penderita Stroke Akibat Pembuluh Darah Pecah di Otak

Jika seseorang terkena stroke akibat pembuluh darah otak pecah, maka perlu segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Langkah awal pengobatan terhadap pasien pendarahan otak yaitu dengan pemantauan secara intensif, lalu menstabilkan tekanan darah dan pernafasan. Jika dipandang perlu, pasien dapat diberikan ventilator untuk membantu memastikan agar otak dan organ tubuh lainnya memperoleh supply oksigen yang cukup.

Pada pasien yang sudah pingsan, pemberian cairan dan obat-obatan mungkin memerlukan akses intravena. Perlu ada pantauan khusus terhadap denyut jantung, kadar oksigen darah, atau tekanan dalam tengkorak. Setelah kondisi pasien stabil, dokter akan mementukan tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mengobati pendarahan, misalnya apakah perlu operasi atau tidak.

Banyak pasien yang dapat bertahan hidup setelah mengalami pendarahan akibat pembuluh darah di otak pecah. Tetapi peluang hidup akan berkurang jika level pendarahan terlalu parah atau terjadi di area vital di otak. Pemulihan kesehatan pasien pun perlu waktu yang lebih lama hingga berbulan-bulan.

Sebagian pasien yang pulih memiliki kemungkinan mengalami masalah sensorik, kejang, sakit kepala, atau masalah daya ingat. Oleh sebab itu, perlu upaya memuluhkan kondisinya dengan terapi fisik dan terapi bicara.

Perlu Memperbaiki Pola Hidup

Sebenarnya pembuluh darah pecah di otak dapat dicegah jika anda mengindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol. Jauhilah pola hidup yang tidak benar tersebut. Selain itu, rajinlah berolah raga setiap hari agar menjaga tubuh tetap sehat.

Demikian penjelasan lengkap tentang akibat pembuluh darah pecah di otak. Sebelum kami akhiri, bagi anda yang menderita penyakit jantung atau tensi tinggi, maka dengan mengobati penyakit tersebut akan mengurangi resiko pembuluh darah pecah di otak. Sedangkan bagi penderita diabetes, kendalikanlah kadar gula darah untuk mengurangi resiko pecahnya pembuluh darah otak.




Artikel ini memuat topik:
akibat pembuluh darah pecah ; pembuluh darah pecah ; pecah pembuluh darah ; akibat pecah pembuluh darah ; penyebab pembuluh darah otak pecah ; pembulu darah pecah mengakibatkan ; pengobatan pembuluh darah pecah di otak ; pecah pembuluh otak ;